Panduan Kompor Gas Komersial: Burner, Format & Ventilasi

5 menit baca

Kompor gas adalah jantung lini masak restoran Indonesia. Memilihnya bukan sekadar jumlah tungku — format, output, dan kesiapan instalasi menentukan apakah dapur Anda mengalir lancar atau macet di jam ramai.

Jumlah burner: hitung dari menu, bukan dari kebiasaan

Petakan menu ke stasiun: berapa panci atau wajan yang harus menyala bersamaan pada jam tersibuk? Menu berkuah dan pasta menuntut burner simultan lebih banyak; menu grill-heavy justru butuh charbroiler atau griddle terpisah, bukan tambahan tungku.

Countertop vs floor model dengan oven

  • Countertop: masuk ke meja yang sudah ada, fleksibel untuk dapur kecil dan penambahan kapasitas bertahap.
  • Floor model (range + oven): satu footprint untuk menumis di atas dan memanggang di bawah — efisien untuk menu Western dan hotel.
  • Stock pot stove rendah: khusus kaldu dan masak dalam panci besar — tinggi rendahnya dirancang agar panci raksasa aman diaduk.

Ventilasi bukan opsional

Setiap kompor komersial membutuhkan exhaust hood yang memadai — untuk asap, uap minyak, dan panas. Rencanakan hood, jalur ducting, dan (untuk area tertentu) sistem pemadam sejak tahap desain dapur, karena merombak ventilasi belakangan jauh lebih mahal daripada memasangnya benar sejak awal.

Instalasi gas yang benar

Pastikan tipe sambungan dan tekanan gas unit sesuai dengan suplai di lokasi Anda (LPG tabung atau jalur tetap), gunakan regulator dan selang berstandar, dan serahkan pemasangan ke teknisi berpengalaman. Konfirmasikan kesesuaian gas setiap model dengan dealer Anda sebelum instalasi.

Harga net, ketersediaan stok, dan pemesanan khusus untuk dealer terdaftar.

Panduan lainnya